PROPER 2025 memberi sinyal penting bagi dunia usaha: kinerja lingkungan kini bukan lagi sekadar urusan kepatuhan, tetapi sudah menjadi bagian dari reputasi, akses pembiayaan, tata kelola, dan arah transformasi ESG perusahaan.
Dengan cakupan penilaian terhadap 5.476 perusahaan, termasuk seluruh BUMN dalam ekosistem industri Danantara, PROPER menjadi instrumen strategis untuk membaca kesiapan perusahaan dalam menjalankan bisnis yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Tantangan Utama: Zona Merah Masih Mendominasi
Data PROPER 2025 menunjukkan bahwa masih banyak perusahaan berada pada tahap kepatuhan dasar.
Beberapa angka penting yang perlu menjadi perhatian:
- 2.596 perusahaan berada pada kategori MERAH
- Hanya 39 perusahaan yang mencapai kategori EMAS
- 264 unit usaha BIRU berisiko turun ke MERAH
- 51 unit usaha BUMN Danantara sudah berada pada kategori MERAH
Angka ini menunjukkan adanya jarak yang cukup lebar antara praktik terbaik dan kondisi mayoritas perusahaan. Dengan kata lain, keberlanjutan belum sepenuhnya menjadi bagian dari strategi inti bisnis.
PROPER Semakin Komprehensif
PROPER 2025 juga mengalami penguatan kriteria penilaian. Tidak hanya menilai kepatuhan lingkungan secara umum, tetapi mulai mengarah pada isu-isu yang lebih luas dan strategis.
Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain:
- pengelolaan limbah B3 di seluruh sektor
- integrasi ESG dalam tata kelola perusahaan
- penambahan kriteria terkait PCBs, sampah, dan gambut
- penguatan program sosial seperti BKKBN TAMASYA
Hal ini menunjukkan bahwa PROPER bergerak dari sekadar alat penilaian menuju instrumen transformasi lingkungan dan sosial yang lebih terukur.
Dari Penilaian Lingkungan ke Faktor Ekonomi
Salah satu perubahan paling penting adalah semakin kuatnya hubungan antara PROPER dengan akses pembiayaan perbankan.
Artinya, kinerja lingkungan perusahaan kini dapat memengaruhi:
- kepercayaan lembaga keuangan
- reputasi perusahaan
- risiko investasi
- akses pembiayaan
- posisi perusahaan dalam agenda pembangunan nasional
Dengan masuknya PROPER sebagai KPI terukur dalam RPJMN 2025–2029, kinerja lingkungan tidak lagi berdiri sendiri. Ia menjadi bagian dari sistem pembangunan, insentif ekonomi, dan arah investasi nasional.
Apa yang Perlu Dilakukan Perusahaan?
Melihat arah PROPER 2025, perusahaan tidak cukup hanya mengejar status “patuh”. Perusahaan perlu mulai menggunakan PROPER sebagai alat untuk membaca risiko, memperbaiki tata kelola, dan memperkuat transformasi ESG.
Beberapa langkah strategis yang dapat dilakukan:
- Menjadikan PROPER sebagai dasar evaluasi ESG perusahaan
PROPER dapat digunakan untuk melihat posisi perusahaan, kelemahan pengelolaan lingkungan, serta area yang perlu diperbaiki. - Melakukan intervensi dini bagi unit usaha berisiko
Perusahaan kategori BIRU yang berpotensi turun ke MERAH perlu mendapatkan pendampingan teknis dan monitoring yang lebih kuat. - Mengintegrasikan PROPER ke dalam KPI manajemen
Khususnya bagi BUMN, kinerja lingkungan perlu menjadi bagian dari akuntabilitas direksi dan komisaris. - Membangun kolaborasi lintas sektor
Transformasi ESG membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, industri, sektor keuangan, dan mitra pendamping.

PROPER 2025 bukan hanya laporan peringkat. Ia adalah alarm bagi perusahaan yang masih tertinggal, sekaligus kompas bagi perusahaan yang ingin bergerak menuju transformasi ESG.
Bagi BUMN dan industri, pertanyaannya bukan lagi “apakah sudah patuh?”, tetapi:
apakah kinerja lingkungan sudah menjadi bagian dari strategi bisnis dan masa depan perusahaan?
T.CARE hadir sebagai ESG & Workforce Orchestrator untuk mendukung perusahaan dalam merancang strategi, memperkuat kapasitas, menjalankan program, dan mengukur dampak keberlanjutan secara lebih terstruktur.
Source: Linkedin Bapak Nawir Sikki – CEO T.CARE Enterprise
Baca lainnya: Fasilitator FGD Bukan Sekadar MC: Seni Menggali, Merangkai, dan Menjaga Ruang Diskusi Tetap Setara
Explore More ESG Insights with T.CARE Enterprise.
Discover more articles and sustainability initiatives through T.CARE’s upcoming official platform: www.tcare.co.id





