fbpx
T.Care-Logo
Beranda
Profil
Donasi
Berita
Masuk

Jasamarga Resmi Gabung KSBB Persampahan DKI

Jakarta (29/05) – PT. Jasamarga Tbk resmi bergabung menjadi mitra Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) Bidang Persampahan DKI Jakarta. Hal tersebut disampaikan Titi Purwaningsih, selaku Community Development Department Head PT Jasa Marga, saat kegiatan pelatihan pengelolaan bank sampah tahap pertama di aula Kantor Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur pada 27 Mei lalu. Dalam hal ini, pihak Jasamarga menggandeng Yayasan T.CARE sebagai Aggregator terpilih, yang selanjutnya akan menyusun konsep penyelenggaraan sampai implementasi project hingga waktu yang ditentukan.

Kegiatan pelatihan yang diselenggarakan ini juga sebagai pembuka alur kolaborasi persampahan Jasamarga, dengan peserta adalah para kordinator bank sampah se Kelurahan Cipinang Melayu. Dalam sambutannya, Titi menyampaikan bahwa harapan dari pelatihan pengelolaan bank sampah ini adalah untuk mendorong kemandirian bank sampah, agar lebih produktif, dan menjadi perangkul masyarakat agar berkesadaran peduli lingkungan.

Lurah Cipinang Melayu, Agus Sulaeman juga hadir dalam pelatihan tersebut. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi Jasamarga dan T.CARE atas penyelenggaraan kegiatan tersebut, serta berharap dengan efektifnya bank sampah dapat mendorong rasa peduli masyarakat terhadap lingkungan hingga menjadi kebiasaan dalam kehidupan.

Perlu dipahami, program KSBB Persampahan DKI ini merupakan program kolaborasi lingkungan yang diluncurkan Pemprov DKI Jakarta pada Februari lalu. Program ini didukung oleh platform www.ksbbpersampahan.com sebagai sarana menggaet kolaborasi, khususnya bagi para CSR perusahaan. Dalam KSBB Persampahan ini terdapat 3 pihak yang berkolaborasi. Pihak pertama adalah Kolaborator, yakni CSR perusahaan, maupun PKBL BUMN sebagai pemberi bantuan. Pihak kedua adalah Aggregator, yakni lembaga sosial yang konsen di bidang lingkungan, sebagai jembatan dalam pengelolaan bantuan yang diberikan. Dan pihak ketiga adalah masyarakat penerima bantuan. Tentunya kolaborasi ketiga pelaku tersebut masih dalam koridor kebijakan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.